Legenda Kota Langsa
Sejak kecil aku selalu berpikir tentang kota ini. Mungkinkah awal nama kota ini dari dua jenis burung yakni Elang dan Angsa.
Kota Langsa merupakan salah satu kota di Propinsi Aceh yang terletak di apit dua kabupaten yakni Aceh Timur dan Aceh Tamiang. Penduduk setempat banyak yang bekerja sebagai petani dan nelayan, mereka mencari ikan di sungai atau daerah perairan disekitarnya yang mereka sebut Kuala. Pernah aku mendengar cerita seorang tukang becak yang selalu mengantarku kesekolah.
Pada zaman dahulu berdiri dua kerajaan burung yang mempunyai kekuasaan luas dan tentara burung yang kuat. Yang pertama yaitu kerajaan Angsa yang menguasai Kuala Simpang (Aceh Tamiang) dan satu lagi kerajaan Elang yang menguasai Kuala Idi (Aceh timur). Pada suatu musim dimana persediaan ikan-ikan di kerajaan Elang sudah mulai menipis. Raja Elang memerintahkan panglimanya untuk mencari daerah baru yang mempunyai persediaan ikan yang banyak. [...]









Orang pertama yang memperkenalkan karya ulama besar dari Aceh ini bernama Syeikh Ismail bin Abdul Muthallib al-Asyi. Karya yang dimaksud itu berjudul “Sirajuz Zhalam fi Ma’rifatis Sa’di wan Nahasi fis Syuhuri wal Aiyam”, yang dicetak pada bagian pertama grup Tajul Muluk.
Syuhada 44 adalah salah satu peristiwa dan sejarah yang tak bisa kita lupakan yang pernah ternyata di Aceh terutama bagi para pakar sejarah Aceh, masyarakat dan khususnya masyarakat Jeunieb/Lheue ( Lheue asal muasalnya) yang berada di Kabupaten Bireuen.







Follow @iloveaceh