2 June 2012 0 Comments

Berbagi Cerita Startup bersama @Virzazanur

Pernah dengan startup Aceh atau menggunakan situs Gunting.in untuk menyingkat link yang panjang menjadi lebih pendek. Atau pernah mendengar nama Virza, salah satu rakan #ATwitLovers kita yang begitu mengandrungi dunia online dan internet. Kalau belum ini simak cerita-cerita Virza bersama @iloveaceh.

Memang terasa terdengar unik, kenapa? namanya Gunting.in tapi itu bukan sembarang gunting untuk memotong sesuatu, gunting yang ini adalah proyek iseng.

“Gunting.in itu sendiri sebenarnya proyek iseng dan tidak menjadi fokus utama saya”, kata Virza lelaki dari Lhokseumawe ini.

Virza juga melanjutkanya, bahwa saat dia sedang fokus menggarap startup dibidang social commerce, jejaring sosial khusus desainer yang terintegrasi dengan ecommerce, vrizza.

Nama tersebut dipilih bukan karena ada unsur namanya, melaikan karena visi untuk nama vrizza tersebut adalah menjadi produk dan layanan kelas global, sehingga nama vrizza lebih cocok digunakan sebagai merk dagang untuk mode (tata busana, -red). Dan kalau dilihat dari raksasa mode internasional juga menggunakan nama yang simple seperti Zara, Louis Vuitton, Boss dll.

vrizza akan meredefenisi arah mode dan akan memberikan pengalaman yang benar-benar baru dalam hal tata busana”, jelas pemilik akun @virzazanur.

Maksudnya di vrizza kostumer bebas memilih desain dari desainer untuk diproduksi, dengan kata lain kostumer tidak perlu bingung lagi dalam memilih desain busana, karena di vrizza bakal banyak desainer dengan desain-desain yang inovatif, unik dan menarik. Untuk desainer, mereka akan mendapatkan advenced royalti sebesar 15% dan nama desainer akan di kami cantumkan bersama merk vrizza.

Nah, selain itu kostumer dan desainer memiliki kesempatan besar untuk menentukan arah mode, sang desainer juga bisa membuat desain yang inovatif, dan kostumer pun bisa memberikan apresiasi lewat “like”.

“Jika busana tersebut banyak yang pesan dari rekomendasi jumlah “like”, otomatis busana tersebut jadi trending kan? Ini akan menghambat kekuatan raksasa mode yang selama ini memainkan peran mereka dalam mengatur arah mode, khususnya di tanah air.” ungkap Virza dengan semangat.

Saat ini layanan vrizza sudah hadir dalam versi beta dan sudah dapat diakses di vrizza.com atau rakan juga bisa pelajari lebih lanjut tentang layanan dan produk vrizza.

Nah, untuk memudahkan desainer mem-promosikan desainnya terlintas dipikiran gimana supaya linknya tetap pendek dan unik sehingga mudah untuk berbagi apalagi di twitter, sehingga ada ciri khas tersendiri. Bitly, owl dan situs shortener lainnya memang banyak, tapi malam itu yang ada dipikiran saya adalah membuat layanan shortener sendiri yang unik.

Tepatnya tanggal 27 Mei yang lalu Virza sedang mencari-cari domain untuk proyek cloud-nya.

“Sudah menjadi kebiasaan, jika saya dapet ide, langsung dijabarkan secara detail di Evernote atau buku catatan. Dihari yang sama juga, saya akan cari domainnya yang sesuai dengan proyek tersebut. Tujuannya, supaya ide saya terlindungi dari segi domain. So, misalnya ada orang yang mungkin seide dengan saya, seenggaknya domainnya sudah di ‘akuisisi’ duluan meskipun ide tersebut gak saya realisasikan dalam waktu dekat. Istilahnya, investasi domain”, terangnyan dengan panjang lebar.

Penjelasan Virza saat memulai proyek Gunting.in

Ketika saya cari domain, tiba-tiba teringat tentang layanan url shortener yang ingin saya buat. Habis pesan domain untuk next project, iseng saya cari-cari domain dengan akhiran .in (dot in) karena banyak sekali kata kerja berakhiran in di Indonesia.

Seperti pendek.in, cari.in, pesan.in, beli.in dll. Domain ini unik dari segi pengucapannya. Untuk menemukan nama yang cocok dengan layanan shortener, pertama saya pisahkan dulu artinya satu-satu URL (tautan/link) Shortener (penyingkat) jadi kira-kira nama apa yang cocok dengan defenisi layanan tersebut. Ada beberapa nama yang unik, seperti pendek.in (Layanan url shortener buatan mentor saya @Sagad) dari beberapa nama, saya jatuh hati ke gunting.in, selain bermakna menggunting = memendekkan, gunting.in bisa di buat logo dan favicon (gunting) dan punya slogan yang unik :) ) Nama yang lain juga bagus, hanya saja tidak ada yang cocok dengan logo apapun.

Lalu, saya cek domainnya dan voila! gunting.in is availble, order now! Waktu itu udah jam sebelas malam, takut besok domainnya ludes yasudah langsung di ‘akuisisi’ malam itu juga.

Tahap selanjutnya adalah coding, berhubung url shortener ini tidak begitu rumit dan singkat. Alhamdulillah bisa diselaikan dalam tempo 3 jam, disaat saya sedang istirahat siang. Meskipun ada trial and error tapi gak begitu sulit karena mudah untuk dipelajari dan menemukan letak salahnya.

Sorenya, gunting.in sudah bisa dipakai! Tapi baru saya umumkan sekitar jam 8 malam mengingat waktu tersebut trafik internet sedang tinggi-tingginya. Saat ini gunting.in free ads (tanpa iklan) untuk menjaga kecepatan akses dan user interface (UI) yang bersih. Untuk kedepan, jika ada iklan hanyalah yang berkaitan dengan layanan dan produk yang saya kembangkan bersama tim. Itupun tata letaknya akan diatur supaya tidak menganggu. Gunting.in masih terus dikembangkan namun bukan prioritas utama.

Ada banyak layanan serupa di internet, bahkan yang komersial. Sehingga saya pun tidak begitu ingin mengejar trafik sebab saya tidak mencari keuntungan disini. Misi saya adalah mampu menciptakan layanan lokal yang gak kalah dengan luar negeri. Sehingga, kalau ada #layananlokal yang bisa digunakan, kenapa harus menggunakan layanan luar?

Nah, sekarang bagi desainer di vrizza atau siapapun yang mau memendekkan atau menyingkat url, yuk ke gunting.in aja! Url kalian jadi unik,menarik dan singkat! Mesti bangga dong menggunakan #layananlokal apalagi ini karya anak Aceh yang mungkin layanan URL Shortener pertama dari Aceh ;) .

Kalau kita gak cinta produk lokal gimana negara kita mau berkembang? Yuk #berkaya, mari #PostifikanAceh.

Dituliskan berdasarkan penuturan rakan Virza dengan editor seperlunya.

Leave a Reply