1 February 2011 7 Comments

Fakta Tentang Benteng Inong Balee

Berikut adalah cupliklan surat edaran, terkait keadaan situs sejarah Benteng Inong Balee, yang berada di kawasan Lamreh, Aceh Besar.

Bersama surat ini kami sampaikan keprihatinan kami atas perubahan kawasan Perbukitan Lamreh, khususnya di seputar Kuta Inong Balee, untuk kegiatan lain. Saat ini, kami mendapat kabar dari Bapak Hasballah (88 tahun) dan putranya. Kami mendapati lokasi yang dipugar dan dipagar hanya sebagian kecil kawasan Kuta Inong Balee, sedangkan lokasi yang bertetangga dengan benteng sudah dibuldozer untuk pembangunan hotel.

Kuta Inong Balee yang dalam sejarah disebutkan menampung 3000 pasukan, ternyata hanya dipugar sedikit luas dari lapangan tenis. Hal ini tentu menihilkan kebesaran Kuta Inong Balee sebagai salah satu aset sejarah Aceh Besar. Surat ini kami buat karena kekhawatiran kami atas hilangnya bukti peradaban tua di Krueng Raya. Harapan kami kepada pihak terkait agar menyelamatkan lansekap bukit tersebut dan meneliti kuno tersebut dengan cara:

  • Menghentikan seluruh kegiatan yang merusak kondisi landsekap Kuta Inong Balee yang sedang terjadi seperti pembongkaran tanah dengan buldozer.
  • Mendefinisikan kembali batas cagar budaya Kuta Inong Balee dan mengkaji kemungkinan lokasi tersebut sebagai bekas Kerajaan Lamuri, mengingat adanya informasi Kolam Putroe Ijoe dari penduduk setempat.
  • Menggalang dukungan dan dari Pemerintah dan Nasional untuk membiayai penyelamatan kawasan bersejarah tersebut.
  • Melakukan analisis lansekap menggunakan citra satelit dengan resolusi minimal 10-15 meter untuk mendapat informasi shape dan distribusi bangunan, untuk mengetahui fungsi bangunan tersebut terhadap lansekap dan sekitarnya.
  • Melakukan analisis light intention rada (LIDAR) untuk mengetahui kemungkinan adanya bagian dinding yang terkubur tanpa harus merusak kestabilan tanah tebing tersebut karena kegiatan penggalian yang diperlukan.
  • Menjadikan kawasan tersebut sebagai lokasi cagar budaya, pusat penelitian sejarah kerajaan tertua di Aceh Besar, yakni Lamuri sekaligus sebagai objek wisata di Aceh Besar.

Demikian kami sampaikan sebagai bentuk perhatian dan dukungan kami terhadap inisiatif masyarakat untuk melindungi warisan bersejarah.

Ttd,
Ir. Masri, M.Eng
Direktur Yayasan KAWANAD

Hasballah
Warga Krueng Raya, Aceh Besar

Berikut beberapa gambar atau foto serta data dari Benteng Inong Balee, di Lamreh, Kabupaten Aceh Besar yang berhasil kami dapat.

Benteng Inong Balee 1

Foto Benteng Inong Balee menghadap ketepi jurang

Benteng Inong Balee 2

Bekas Benteng Inong Balee disisi kanan

Lubang Intai Benteng Inong Balee

Lubang Intai Benteng Inong Balee ke Laut

Komplek Makam Laksamana Malahayati

Kompleks Makam Laksamana Malahayati di atas bukit kecil

Makam MalahayatiTiga makam yang mempunya bentuk nisan berbeda (baca: link Foto)
Makam Malahayati

Data Umum dan Lokasi
Nomor PDA (PDA Inv. No.)
623.1/ 01/ 03.01/ 007

Nama (Name)
FORT INONG BALEE

Nama Lain (Other Name)
-

Fungsi Sekarang (Current Function)
Tidak difungsikan

Koordinat situs (Site Coordinate)
N: 05o 36′ 32,5″ E: 95o 31′ 38,3″

Tahun Dibangun (Year of Build)
1599 (?)

Bangsa Pembangun (Builder)
Aceh

Pemilik sekarang (Current Owner)
Pemda, karena sudah ada papan nama – BCB.

Pengelola sekarang (Current Management)
Pemda, karena sudah ada papan nama – BCB.

Luas Situs/Benteng (Fort’s Area)
3.086 m2

Alamat (Address)
Desa Lamreeh, Kec.Mesjid Raya, Kab.Aceh Besar, Provinsi Aceh

Desa / Kelurahan (Town / Ward)
Desa Lamreeh

Kecamatan (Sub-District)
Mesjid Raya

Kabupaten / Kota (Regency / Municipality)
Kabupaten Aceh Besar

Propinsi (Province)
Aceh

Pulau (Island)
Sumatera

Status Perlindungan Hukum (Registrated in)
1. Dilindungi Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1992 Tentang Benda Cagar Budaya.

Sumber: Serambinews (Tulisan), Infokito (Foto/Munhasry), dan Benteng Indonesia (Data) serta Tulisan terkait Benteng Inong Balee: Balai Arkeologi Medan

7 Responses

  1. raihal 1 February 2011 17:20 #

    thanks 4 share, pemerintah shrsnya paham, klu mau jualan pariwisata lbh menguntungkan dr berbgai sektor plus ga merusak dan yg trpenting sejarah tdk hlg

  2. Theo van Beusekom 16 February 2011 14:19 #

    Selaku touris mancanegara kami mengunjungi lokasi Benteng Inong Balee pada awal buan Januari 2011. Dan memang waktu itu kami heran ada sebagian tanah berdekatan dengan lokasi benting telah dibersihkan dari tetumbuhan.
    Kami mendukung himbauan Ir Masri agar situs bersejarah ini dilestarikan. Kalaupun dianggap perlu membangun hotel, sebaiknya di pinggir jalan raya saja agar tidak mengubah landscape sekitar Benteng.

    • Pengelola 17 February 2011 17:06 #

      terimakasih atas dukungannya rakan :)

  3. putroe atjeh 26 February 2011 23:38 #

    akan dibangun hotel diatasnya. free at soft opening

  4. Loe Beck 23 March 2011 16:55 #

    Kirimkan surat di atas ke Dirjen Pariwisata di Jakarta dan CC-kan ke Gubernur Aceh, CC-kan juga ke Dinas Pariwisata Aceh.

    Salam,
    Loe Beck

  5. ficqry maulana 3 September 2011 08:35 #

    ass…
    seharusnya ini dpat di phami olh phk HOTEL klau dia ingin mndrikan pmbgunnya dlm kwsan yg slah.
    sejarah itu hnya trjadi 1x dlm seumur hdup..

  6. olive 15 February 2013 06:26 #

    sedih baca ini, sekarang gimana ya?


Leave a Reply