30 October 2012 0 Comments

Galeri: Upacara Seumeuleung Raja Daya

Hudep beumeuaturan, adab sopan beutajaga. Adat bek ta koeng-koeng, hukoem bek ta kieh-kieh. Adat meukuta reubong, hukoem meukoeh purih. Begitulah sepenggal kata dalam sebuah spanduk yang terpampang di upacara Seumeuleung dan Peumeunap Raja Daya di Desa Glee Jong, Kecamatan Jaya, Lamno – Aceh Jaya. [...]

23 January 2012 0 Comments

Ranub dari Tradisi Sampai Peumulia Jamee

Batee RanubTradisi makan sirih merupakan warisan budaya masa silam, lebih dari 3000 tahun yang lampau atau di zaman Neolitik, hingga saat ini.

Budaya makan sirih hidup di Asia Tenggara. Pendukung budaya ini terdiri dari pelbagai golongan, meliputi masyarakat bawah, pembesar negara, serta kalangan istana.

Asal Usul Tradisi

Tradisi makan sirih tidak diketahui secara pasti dari mana berasal. Dari cerita-cerita sastra, dikatakan tradisi ini berasal dari India.

Tetapi jika ditelusur berdasarkan bukti linguistik, kemungkinan besar tradisi makan sirih berasal dari Indonesia. Pelaut terkenal Marco Polo menulis dalam catatannya di abad ke-13, bahwa orang India suka mengunyah segumpal tembakau. Sementara itu penjelajah terdahulu seperti Ibnu Batutah dan Vasco de Gama menyatakan bahwa masyarakat Timur memiliki kebiasaan memakan sirih.

Di masyarakat India, sirih pada mulanya bukan untuk dimakan, tetapi sebagai persembahan kepada para dewa sewaktu sembahyang di kuil-kuil. Beberapa helai daun sirih dihidangkan bersama dengan kelapa yang telah dibelah dua dan dua buah pisang emas. [...]

2 November 2011 Comments Off

Berbagi Twit Pernikahan Adat Aceh oleh @banda_arya

adat perkawinanJika Anda atau rakan sering berseliweran di linimasa @iloveaceh, mungkin banyak hal yang akan Anda dapati. Selain tagar yang bertulisan #tanyawarga dan #infowarga, tentunya beragam informasi lain juga sering bermunculan.

Kali ini, kita akan mengikuti sebuah linimasa yang dikirimkan lewat mention (sebutan) oleh rakan @banda_arya beberapa waktu lalu, menurut kami menarik untuk diarsipkan kembali sambil mengingat dan menambah wawasan bagi #ATwitLovers lainnya.

Adapun ulasan yang dibagi lewat linimasa oleh @banda_arya adalah tentang tradisi pernikahan atau sering kita kenal dengan adat cah rauh, ba ranub, sampai ke prosesi preh dara baro dan intat linto. [...]

6 April 2011 0 Comments

“Madeueng”, Tradisi Masyarakat Aceh Pasca Bersalin

Madeueng

Oleh Evi Saptriyawati

Tradisi masyarakat Aceh “Madeueng” (bahasa Aceh) merupakan suatu prosesi dimana sang Ibu atau wanita yang baru selesai melahirkan harus melakukan pantangan selama 44 hari.

Hal ini dilakukan demi kesejahteraan Ibu dan sang bayi. Selama rentang waktu tersebut sang Ibu harus tetap berada dikamar tidurnya dan tidak dibenarkan berjalan-jalan apalagi keluar rumah. Sedangkan bayi terus dipingit berdampingan dengan ibunya.

Selama rentang waktu tersebut sang Ibu terus diberikan terapi berupa api diang (Aceh: madeueng) yang ditempatkan di bawah atau di sisi pembaringannya. Sehingga tubuh si ibu selalu mendapat udara panas untuk memulihkan kembali bagian-bagian tubuhnya sehingga segar bugar. Bahkan ada ibu-ibu yang melakukan prosesi ini di dapur yang lazim disebut ureung di dapu, yaitu orang yang membaringkan dirinya di ruangan dapur dengan bara api di bawah pembaringan. [...]