2 May 2012 0 Comments

Syuhada 44 dan Perjuangan Pandrah

Syuhada 44 adalah salah satu peristiwa dan sejarah yang tak bisa kita lupakan yang pernah ternyata di Aceh terutama bagi para pakar sejarah Aceh, masyarakat dan khususnya masyarakat Jeunieb/Lheue ( Lheue asal muasalnya) yang berada di Kabupaten Bireuen.

Peristiwa itu berawal dari perjuangan terhadap Jepang yang terjadi pada 2 Mei 1945. Kisah ini berawal dari Teungku Pang Akob bersama-sama teman-temannya melakukan aksi untuk melawan segala bentuk penindasan yang sempat dilakukan oleh Jepang kepada Aceh pada masa itu.

Kamis, tengah malam itu Teungku Pang Akob bersama 40 orang pasukannya dari Lheu Simpang menyerbu tangsi militer Jepang di Pandrah. Perjuangan terhadap Jepang itu digerakkan oleh beberapa orang seperti Teungku Pang Akob, Teungku Ibrahim Peudada, Teungku Nyak Isa, Keuchik Usman, Keuchik Johan dan Teungku A Jalil. Mereka berdakwah memompa semangat rakyat untuk berperang melawan Jepang.

Jepang yang saat itu memberlakukan kerja paksa, menuia kebencian dari masyarakat. Hal itu dijadikan materi dakwa untuk memberontak. Secara pelahan-lahan rakyat membangkang terhadap kerja paksa yang diberlakukan Jepang. [...]

11 January 2011 0 Comments

Berwisata ke Negeri Jeumpa Bireuen

Kantor Bupati Bireuen
Kabupaten Bireuen dalam catatan sejarah dikenal sebagai daerah Jeumpa. Dahulu Jeumpa merupakan sebuah kerajaan kecil di Aceh. Menurut Ibrahim Abduh dalam Ikhtisar Radja Jeumpa, Kerajaan Jeumpa terletak di di Desa Blang Seupeung, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen.

Di atas bukit kecil di dusun Tgk Keujreuen di desa itu menurut Ibrahim, makam Raja Jeumpa ditemukan. Secara geografis, kerajaan Jeumpa terletak di daerah perbukitan mulai dari pinggir sungai Peudada di sebelah barat sampai Pante Krueng Peusangan di sebelah timur. [...]

11 January 2011 2 Comments

Mencicipi Sate Matang Yang Menantang

sate matang
Bagi para pencinta kuliner yang sedang berada di daerah Bireuen, Aceh jangan lupa mampir ke Kecamatan Peusangan, kota Matangglumpangdua (baca: Matang), Kabupaten Bireuen, terletak 12 Km arah timur pusat Kota Bireuen. Perjalanan ke sana memakan waktu 15 menit, apalagi sekarang lalu lintasnya sudah lebar dan mulus.

Adzar (43) salah satu pengunjung tetap sate khas matang mengatakan “Matang memang kota yang sangat strategis dan selalu ramai di malam hari. Pada waktu konflik bercekamuk, Kota Matang tak pernah sepi, karena itu mungkin Matang sering dijuluki kota yang tak pernah mati,” katanya saat ditemui HIMPALAUNAS.COM beberapa waktu lalu. [...]