16 February 2012 0 Comments

J.H.R Kohler ‘O God. Ik ben getroven’

KohlerboomOleh Nova Eliza

Kisah tentang sebuah pemakaman tua di pusat kota Banda Aceh. Merekam kondisi sosial masyarakat di masa lalu. Ada intrik dan petarungan untuk menegakkan syariat Islam kala itu.

O God. Ik ben getroven (Oh Tuhan aku telah kena),” seru Mayor Jenderal J.H.R Kohler ketika peluru seorang penembak jitu Aceh menembus dadanya. Kohler menghembuskan napas terakhirnya tepat di depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, pada 14 April 1873. Ia tak menyangka kematian menjemputnya secepat itu, hanya berselang beberapa hari sejak pendaratannya di Aceh.

Pohon geulumpang atau kelumpang (sterculia foetida) masih tumbuh di dekat gerbang kiri Masjid Raya sebagai penanda tempat Kohler tertembak. Orang Belanda menyebut pohon itu Kohlerboom atau pohon Kohler.

Kohler adalah pemimpin ekspedisi pertama penyerangan Belanda terhadap Aceh. Tepatnya 6 April 1873, pasukan Kohler memasuki Aceh melalui pantai Ceureumen, Ulee Lheue.

Kini makam Kohler berada di bagian depan Peutjut Kerkhoff atau Permakaman Peutjut atau lebih dikenal dengan sebutan Ker-khof.

Empat bintang emas menghiasi setiap sisi nisan Kohler. Pada nisan itu tercetak kalimat “herbecraven op (dikuburkan kembali pada) 19 Mei 1978″. Lambang seekor ular menggigit ekornya terpahat di bawah nisan.

“Itu artinya bunuh diri,” kata Amri, penjaga permakaman ini. “Coba pikir, kalau menggigit ekor sendiri kan namanya bunuh diri,” lanjutnya, seraya tertawa. [...]